Pembelajaran dengan sistem asrama bukan sesuatu yang baru dalam konteks pendidikan di Indonesia. Telah lama lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia menerapkan konsep pembelajaran asrama dalam wujud ”Pondok Pesantren”, dimana asrama sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan di pondok pesantren. Pondok Pesantren dapat dikatakan sebagai cikal-bakal pendidikan berasrama di Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya, cukup banyak lembaga pendidikan formal menerapkan sistem berasrama, yang dikenal dengan Madrasah berasrama (boarding school).
Sistem pendidikan berasrama didasarkan atas pertimbangan untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih utuh dalam mengembangkan aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan peserta didik sehingga menghasilkan lulusan yang unggul dalam pola pikir serta berkepribadian mulia. Pendidikan dengan sistem berasrama dapat menerapkan program pendidikan yang komprehensif-holistik mencakup keagamaan, pengembangan akademik, life skills, serta wawasan kebangsaan dan global.
Madrasah berasrama adalah madrasah yang menyelenggarakan pembelajaran di asrama diluar pembelajaran formal, sehingga peserta didiknya tinggal di asrama madrasah. Kegiatan pembelajaran di asrama madrasah meliputi pendalaman ilmu agama (tafaqquh fiddin), penguatan akhlakul karimah melalui pelaksanaan ibadah dan pembentukan perilaku keseharian, serta aplikasi pengabdian melalui amaliyah dan muamalah. Dengan demikian keberadaan asrama sebagai subsistem yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan di madrasah secara keseluruhan. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, maka lingkungan, kehidupan, dan kepengasuhan di asrama madrasah perlu ditata, dikelola dan dilengkapi dengan perangkat aturan yang bisa menjamin kegiatan berjalan secara efektif dan efisien.
Asrama madrasah sebagai bagian integral dalam proses pendidikan harus dimaknai sebagai lingkungan yang berfungsi sebagai wahana pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai moral keagamaan, kebangsaan dan penguatan akademik.
Asrama madrasah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai lingkungan tempat tinggal dan lingkungan belajar, tetapi juga merupakan lingkungan pergaulan sosial yang membantu terbentuknya kepribadian para peserta didik. Pola pembelajaran dan kepengasuhan di Asrama madrasah Aliyah sangat diperlukan bagi terbentuknya pengembangan karakter peserta didik melalui internalisasi, aktualisasi agama dan nilainilai keagamaan. Oleh karena itu petunjuk teknis pengelolaan pembelajaran di asrama madrasah Aliyah sifatnya sangat penting bagi optimalisasi keberhasilan keseluruhan program madrasah.
Tujuan Pendidikan
Tujuan pembinaan di asrama MAN 1 Kota Serang adalah untuk menumbuhkembangkan peserta didik menjadi pribadi yang;
- Beriman, bertakwa, berakhlak mulia;
- Berwawasan kebangsaan dan ke-Indonesia-an;
- Menguasai dasar-dasar ilmu keislaman;
- Terampil membaca kitab kuning;
- Terampil berbahasa Arab dan Inggris;
- Mampu berpikir kritis, moderat, kreatif, dan inovatif;
- Memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh.
- Prinsip Pendidikan di Asrama MA
Kepengasuhan di asrama MA merupakan bagian yang menyatu atau tidak terpisahkan dari keseluruhan sistem pendidikan MA. Penyiapan pribadi unggul, berkarakter dan berakhlaq mulia, maka pelaksanaan kepengasuhan di asrama MAN 1 Kota Serang memperhatikan prinsip sebagai berikut;
- Pendidikan melalui keteladanan
Secara psikologis manusia memerlukan keteladanan untuk mengembangkan sikap dan perilaku terpuji. Keteladanan adalah pendidikan dengan cara memberikan contoh nyata bagi para peserta didik. Pengelola Asrama MAN 1 Kota Serang senantiasa memberikan teladan yang baik bagi para penghuni asrama dalam kehidupan kesehariannya.
- Pendidikan melalui pembiasaan
Upaya menyiapkan peserta didik yang berkarakter, peserta didik di Asrama MAN 1 Kota Serang melakukan latihan untuk membiasakan bertindak taat terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan seharihari. Prinsip ini diterapkan dalam bentuk keteraturan hidup yang baik dalam aktifitas kegiatan harian yang dimulai dari bangun pagi sampai istirahat malam. Kegiatan harian meliputi ibadah/doa baik pribadi maupun bersama, makan bersama, belajar bersama, memelihara kenyamanan asrama dan aktivitas lain yang diprogramkan dalam keseluruhan proses selama peserta menjalani pendidikan di madrasah. Latihan dan pembiasaan ini pada akhirnya akan menjadi budaya yang terpatri dalam diri peserta didik.
- Pendidikan melalui ibrah (mengambil hikmah)
Pengertian ibrah adalah mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang dialami manusia untuk mengetahui intisari suatu kejadian yang disaksikan, diperhatikan, dipertimbangkan, diukur dan diputuskan secara rasional sehingga kesimpulannya dapat mempengaruhi hati untuk tunduk kepada-Nya. Prinsip ini dapat dilakukan melalui kisahkisah, fenomena alam, atau peristiwa yang terjadi baik di masa lalu maupun sekarang melalui proses refleksi kritis dan mendalam.
- Pendidikan melalui bimbingan dan nasihat
Nasihat adalah pemberian peringatan atas kebaikan dan kebenaran dengan cara tertentu yang dapat menyentuh hati untuk mengamalkannya. Prinsip ini juga memberikan amanah kepada para peserta untuk memiliki sikap saling mengingatkan hal-hal kebaikan di antara sesama penghuni Asrama.
- Pendidikan melalui kedisiplinan
Prinsip ini dimaksudkan untuk menjadikan peserta didik memiliki sikap ketaatan terhadap tata tertib yang telah ditentukan. Kedisiplinan akan mendorong peserta untuk bisa menghormati satu sama lain, menjamin kenyamanan, sehingga kehidupan di Asrama MAN 1 Kota Serang berlangsung secara harmonis. Penerapan prinsip ini memerlukan ketegasan dan kebijaksanaan. Ketegasan mengharuskan pengurus Asrama memberikan sanksi bagi peserta yang melanggar. Kebijaksanaan berarti bahwa pengurus Asrama harus berbuat adil dan arif dalam memberikan sanksi yang bersifat edukatif. Peserta didik harus memahami dan menerima segala bentuk konsekuensi dari ketidakdisiplinan yang dilakukannya, dan menyadari untuk tidak mengulanginya.
- Pendidikan melalui kemandirian
Kemandirian merupakan kesanggupan dan kemampuan peserta untuk belajar dan berlatih mengurus segala kepentingannya sendiri, sehingga tidak menyandarkan kehidupannya kepada bantuan atau belas kasihan orang lain. Dengan prinsip kemandirian ini, peserta mampu memahami dan memiliki kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi tantangan hidup.
- Pendidikan melalui persatuan dan persaudaraan
Kehidupan peserta didik di Asrama MAN 1 Kota Serang senantiasa diliputi oleh suasana keakraban, persaudaraan, dan gotong royong. Suasana kehidupan Asrama yang demikian, menjadikan peserta yang berasal dari latar belakang daerah, suku, bahasa, adat istiadat dan budaya yang berbeda akan terjalin keakraban, persaudaraan, dan persatuan di antara mereka.